Minggu, 19 April 2015

11 April 15


Assalamualikum..

Hari ini saya akan memposting kisah nyata saya bertemu seseorang. Yukk, baca.. Happy watching!~~
Moment ini terjadi saat hari pengambilan raport UTS Sem 2. Hasil raport saya ya hmmm gitu deh, naik peringkat tapi nilai turun. Rasanya ingin menyerah saja, untuk melupakan apa yang sudah saya terima saat ini saya pergi ke toko buku untuk refreshing sebentar bersama teman saya. 2 jam lebih kami di toko buku. Berkeliling, baca-baca buku yang ada, tertawa membaca buku disana, dimarahin Bapak security, beli buku, dan saya juga bertemu seseorang yang tak terduga buat saya. Saya tak tau nama dia, identitas dia, tapi yang saya tau dia seseorang yang bercita-cita sebagai Analis Kesehatan seperti saya. Saat saya membaca-baca buku yang ada, tak sengaja saya bersebelahan dengan seorang mbak-mbak yang sedang kesusahan karena buku yang dia ambil jatuh semua, segera lah saya membantu dia dan dia merespon "Terimakasih dek" dan saya membalas dengan senyuman tanpa kata 'Sama-sama', saya bagaikan orang yang memiliki sifat dingin. Setelah usai dari toko buku, saya dan teman saya pergi ke Ibu-ibu yang sedang berjualan Kue. Tak sengaja saya melihat seorang perempuan berbadan tinggi sedang memegang seberkas kertas dan sebuah pulpen. Saya melihat isi kertas itu dan di situ terdapat soal-soal Matematika. Saya pun bertanya,
Saya
: kakk? Kelas berapa?
One-chan
: kelas 12 dek
Saya
: lagi ngerjain soal Matematika ya? Sekolah dimana?
One-chan
: iya dek, di SMK 7
Saya
: oalahh
One-chan
: kamu sekolah dimana?
Saya
: di analis kesehatan dawung kak
One-chan
: ohh yang  disana ya

Seketika saya melihat wajahnya berubah menjadi seperti ada kekecewaan.

Saya
: iya kakk, semangat kakk UN nya
One-chan
: hehe iya, hah?
Saya
: semangat kakk UN nya
One-chan
: ohh hehe makasih ya dek makasih
Saya
: sama-sama kakk

Saya dan teman saya menunggu dijemput, dan ternyata teman saya yang dijemput duluan. Saya sabar menunggu dijemput. Gak lama ibu dari One-chan tadi duduk disebelah saya.

Ibu
: maaf ya dek
Saya
: iya bu gapapa
Ibu
: kamu sekolah dimana?
Saya
: analis kesehatan bu
Ibu
: analis kesehatan dawung?
Saya
: iya bu
Ibu
: sekarang bayarannya berapa?
Saya
: tahun saya 9,1. Kalo yang sekarang sekitar 10juta bu. Ada apa bu? Ada yang mau masuk Analis?
Ibu
: enggak ah dek, gak kuat uangnya. Dulu anak saya yang ini mau masuk Analis tapi uangnya yang gak kuat bayar, soalnya dia punya banyak adek
Saya
: ohh begitu ya bu

Perasaan saya campur aduk, mulai dari rasa gak enak dan malu menjadi diri saya yang suka menyepelekan masalah uang. Saya terdiam tidak bisa berbicara apa-apa, andai saya memiliki uang banyak saya ingin orang seperti mereka bisa sekolah sesuai keinginan mereka tanpa memikirkan biaya sepersenpun.

Ibu
: kamu dari SMP mana?
Saya
: saya dari Jakarta bu
Ibu
: ohh Jakarta, dia juga dulu SD di Jakarta tepatnya di Tanggerang
Saya
: ohh Tanggerang. Ibu asli Jakarta atau Solo?
Ibu
: Solo lah dek
Saya
: oh begitu
Ibu
: iya, mari dek saya kembali kerja dulu
Saya
: oh iya bu iya hehe

Saat saya sudah dijemput

Saya
: bu, mari bu terimakasih ya bu kakk
One-chan dan ibu
: iya dek sama-sama, hati-hati

Diperjalanan saya hanya murung memikirkan nasib apa yang akan datang ke hadapan saya jika saya terus begini…………



Yaaaa... itu tadi cerita saya, mana ceritamu??

Wassalamualaikum..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar