Pagi itu, setelah MOS selesai. Aku, Melati Yuliantina Anjani biasa dipanggil Melati memasuki
gedung SMK. Aku memulai perjuanganku selama 3 tahun yang akan datang disini. Di
dalam gedung, terlihat seluruh murid dengan balutan seragam baru berwarna biru
muda dan putih. Dan tak lupa dengan wajah yang berbinar. Saat itu aku tidak
mengenal siapa pun kecuali beberapa orang yang aku ketahui identitasnya.
Fananda. Temen-temen manggil dia Fan. Dan aku ingat aku
menulis kontaknya dengan nama ‘Kan’ not ‘Fan’ hahaha. Dia selalu baris di depan
atau di belakang ku. Dan aku mengenalnya karna dia yang selalu mengajakku
berbicara setiap kami bertemu. Tanpa kita sadari, kita menyukai kakak kelas
dengan kelas yang sama namun beda raga. Dan berjuang walaupun hasilnya sia-sia.
Stefanita. Aku ingat pertama kali aku mengenalnya, berawal
dari aksesoris yang ia pakai ditangan. Aku bertanya “kamu suka EXO?” dan itu
pertama kalinya aku yang memulai pembicaraan dengan kondisi aku tidak mengenal
siapa pun. Aku hanya berfikir kalau dia suka EXO dia akan suka korea dan
berarti dia suka ngedance. Hanya itu yang ada di pikiranku.
Novia. Dia teman sebangkuku selama MOS. Dia agak cuek dan
aku sebel sama dia karna setiap aku bertanya dia jawab nggak tau. Walaupun
gitu, aku berterimakasih karna dia udah nemenin aku selama MOS berlangsung. Makasihhhhh.
Vian. Dia laki-laki yang aku kenal saat MOS. Dia baik, saat itu
aku nggak bawa logo sekolah dan dia memberikan selembar logo untukku, mungkin kalo
bukan karna dia aku sudah kena hukuman. Makasih ya.
Akbar. Selain Vian, aku mengetahui Akbar. Dia anakknya asik,
ngebangun mood dan menurut ku dia polos. Banyak kakak kelas yang suka sama dia.
Namun, suatu insiden memakan nyawannya. Dia harus pergi meninggalkan kita di
awal tahun ke dua. Aku sedih, karna kehilangan satu teman. Bahagia disana ya.
Pernah ada yang membawakan aku talok, tp aku lupa, awalnya
aku gak tau talok itu ternyata buah-buahan. Ia menyuruhku bertanya kepada bonyok(bokap
nyokap) tp mereka gak akan tau. Pada akhirnya ia membawakan talok tersebut.
Terimakasih.
Dan kesanku di hari terakhir MOS, aku mau memakan roti
tawarku. Tapi na’as, roti tawarku beku karna udara kelas yang dingin. Huhhh sebel.
Aku keluar kelas dan tidak sengaja menabrak seniorku. Mungkin dia cinta
pertamaku di SMK tapi masih ‘mungkin’. Walaupun aku memperhatikan dia... dia
gak akan pernah memperhatikan ku. Sekarang ku tempatkan dia di kenangan ku.
Mereka yang kusebut dan mereka yang tidak aku sebut, aku
berterimakasih karna sudah mau melewati banyak hal selama 3 tahun bersama.
Kelas B. Yang dulu sering dijadiin inceran guru, yang mungkin sering dipuji
dengan kelas lain, yang paling suka kabur dari kelas, yang sering dapet nasihat
dari guru, dan sekelas meninggalkan pelajaran matematika. Kini telah menjadi
kelas yang menjadi panutan guru, dikenal guru dengan kekompakkannya dengan
keberaniannya dengan kepercayaan dirinya, dan pantang menyerah saat ada masalah
dalam kelas.
Banyak kisah dari kelas 10 sampai 12 yang belum pernah aku
dapetin di SMP. Banyak rahasia yang kita ketahui antara satu sama lain, dan
rahasia itu kalian sembunyikan sebagai dokumen pribadi atau mungkin sebagai
angin lalu. Tapi ada hal yang tidak kita ketahui antara satu sama lain, yang
terkadang membuat individu merasa terpencil ataupun terasingkan. Entah karna
individunya yang senang menyendiri ataupun karna sikap kita yang terkadang
terlalu asik dengan apa yang ada didepan mata.
Suka duka juga kita hadapi bersama. Kebahagiaan saat latihan
untuk pentas seni, saat memainkan drama seni budaya, saat jajan, main UNO,
makan sambil lesehan di jojo, nonton drama korea bareng dan saat scene kissing
kalian langsung rame sendiri hahaha, konvoi bareng dari sekolah ke gelora buat
olahraga, saat ngerecokin guru ._.v, dan masih banyak yang lainnya. Selain itu,
kalian paling suka freeclass dan pulang pagi. Kalian bakal ngerelain nominal
pulsa kalian buat nelpon guru sana sini demi ngemajuin jam dan pulang pagi horeyyy.
Banyak kegiatan yang kita lakuin barengan dan banyak juga
kenangan yang sudah lalu yang ngebuat hal itu selalu diingat. Contohnya saat
kemah di Prambanan, membuat kita hitam saat balik dari sana hahaha dikira
pramuka di gurun pasir ya kita. Banyak tawa saat permainan yang kita lewati, seperti
menyebrangi kolam dengan berjalan di atas bambu dan para senior menghadang kita
kalau kita goyah akan jatuh ke kolam penuh ikan ewhhhh, yang kayak tentara itu (?)
itu sakit banget kita rumput dan batu-batu sampe lecet-lecet tp tetap seru lah
ya, ngelewati sarang laba-laba buatan itu bikin tulang encok, kelereng estafet,
dan turun ke kali buat ngebersihin kalinya dari sampah-sampah. Hahaha terus
kita nonton Ramayana lamaaaaa banget, aku inget aku ketiduran hahaha dan aku
dibohongin sama temen-temen mereka bilang aku tidur nganga -_____-. Lah
ngantuk, mending tidur.
Oiya aku banyak belajar memahami saat SMK, sikapku terlalu
sulit beradaptasi dengan sikap di daerah ini. Aku yang moody, gampang marah,
bicara kasar seperti bahasa asalku, membuat aku kesulitan untuk beradaptasi di
daerah dengan bahasa yang santun dan berkedaerahan.
Makasih ya sudah membantu ku selama 3 tahun ini. Semoga kita
sukses terus, kalian diterima di PTS, PTN, dan dunia kerja yang kalian impikan.
Terapkan 3A ya, Attitude, Attention, and Action. Attitude, bersikaplah baik
kepada semua orang dan hormati mereka (hormati ortu/dosen/boss/teman, sopan dengan ortu/dosen/boss/teman, selalu ramah dengan siapapun). Attention, jangan terlalu senang
dengan apa yang ada di depan mata perhatikan yang mungkin tidak ada di depan
mata (walaupun kalian sedang bahagia bersama temanmu tapi kalau ada orang yang
memanggil apalagi teman kamu sendiri, menolehlah, itu akan mengurangi kekecewaaannya).
Action, lakukan apa yang menurut mu itu baik dan berhati-hatilah.
Thank you for all the time that you gave to me. I'm happy,
and you should be happy. For 3 years that have passed, thank you for teaching
me the culture of this region.
Makasih banyakkkkk... aku pamit yaaa..
Kalau ada sumur diladang, bolehkah kita menumpang mandi.
Kalau ada umurku panjang, bolehkah kita berjumpa lagi. I love you.