Senin, 16 Maret 2015

BAB I (Organisasi)



Assalamualaikum, wrb..
Halo sobat Analis, dalam postingan ini saya akan share materi GLP (Good Laboratory Practice) 2004, dimulai dari BAB I. Untuk BAB selanjutnya, akan saya post tersendiri :). jangan lupa comment ya, saya menerima kritik dan sarannya.

BAB I
ORGANISASI

A.    Kelengkapan organisasi
Komponen dalam kelengkapan organisasi disesuaikan dengan jenis dan jenjang laboratorium.
No urut
Kelengkapan organisasi
Kelas rumah sakit
A
B Pendidikan
B Non Pendidikan
C
1
Kepala instalasi Laboratorium
 v
v
v
 v
2
Tata usaha dan Logistik
 v
 v
 v
v
3
Koordinator/Yan/Diklit
 v
 v
X
4
Kepala seksi/Sub instalasi :





a. Hematologi
 v
 v
 v
 o

b. Kimia Klinik
 v
            v                v
 o

c. Sero-imunologi
 v
           v               v
 o

d. Mikrobiologi
 v
            v               v
 o

e. Lain-lain
 o
o
 o
o
Tabel 1.  Kelengkapan organisasi laboratorium kesehatan di rumah sakit

Keterangan :          Yan/Diklit          : Pelayanan/Pendidikan Penelitian
                                     V        : Harus ada
                                     o         : Tergantung kegiatan
                                    X         : Tidak perlu


B.    Tenaga
Kegiatan laboratorium kesehatanharus dilakukan oleh petugas yang memiliki kualitas pendidikan dan pengalaman yang memadai serta memiliki kewenangan untuk melaksanakan kegiatan di bidang yang menjadi tugas atau tanggung jawabnya.
1.     Kualifikasi
2.     Komunikasi
Hubungan antar pribadi dan antar unit kerja baik antara tenaga laboratorium dengan sesamanya. Komunikasi dibagi mejadi 3, yaitu:
a.     Komunikasi Intern
1)    Horizontal : tenaga laboratorium bertukar pikiran mengenai hal-hal yang bersangkutan dengan pekerjaannya dengan sesama petugas diruang yang sama/laboratorium yang sama.
2)    Vertical : tenaga laboratorium memiliki kesempatan berkonsultasi tentang pekerjaannya dengan kepala seksi/sub instalasi, kepala ruangan, kepala laboratorium, kepala rumah sakit.
b.     Komunikasi Ekstern
Tenaga laboratorium memiliki kesempatan bertukar pikiran dan informasi dengan petugas lain yang terkait (dokter ruangan, petugas farmasi, dan lain-lain termasuk pemasok).
c.      Komunikasi ekspertis/keahlian/konsultatif
Penanggung jawab laboratorium harus dapat memberikan uraian keahlian kepada pemakai jasa pelayanan laboratorium (dokter,pasien, maupun pihak lain).

3.     Diklat
Pendidikan dan pelatihan dapat dilakukan dalam bentuk       :
a.     Formal
Pendidikan dan pelatihan yang dilakukan secara terjadwal dan terencana oleh instansi resmi.
b.     Informal
Pendidikan dan pelatihan yang dilakukan secara tidak terjadwal oleh instansi penyelenggara.
c.      Bimbingan teknis
                        Bimbingan teknis diberikan oleh tenaga laboratorium kepada laboratorium lain yang  memiliki kemampuan teknis dibawah laboratorium pembimbing

Tidak ada komentar:

Posting Komentar